Sabtu 21 maret kemarin aku dan sebagian teman-teman dikelas pergi ke suatu tempat wahana hiburan air tepatnya Kalawa Waterpark.
Maklumlah sudah seminggu, kita sama-sama
mau melepas kepenatan habis ujian praktek+ujian sekolah tertulis. Hitung-hitung
nyari hiburan dan sebentar lagi mau pisah sama nih orang. Gapapa deh kan kapan
lagi bisa kayak gini
mumpung libur.
Pertama kami
mencoba untuk menjelajah tempat itu menggunakan pelampung. Airnya dingin panas
matahari tak menghalangi niat kami untuk bersenang-senang. Padahal terik
matahari ini paling dihindari karena kulit cokelat jadi tambah cokelat yang
kulit warna putih jadi cokelat hyaa jadi kita kumpulan orang-orang berkulit
cokelat tadaaa! /apasih/. Berenang dan bermain air itu bikin pikiran jadi
sedikit lebih tenang fresh segar karena sebentar lagi aku nya mau menghadapi
ujian nasional nih friends. Doain ya hehe.
Berenang
selalu memberikan kesan yang menyenangkan, apalagi saat ini banyak yang
menyediakan lokasi atau tempat berenang dilengkapi fasilitas-fasilitas
rekreasi, seperti wahana-wahana perosotan dengan ketinggian yang memacu
adrenalin, kolam ombak, air hujan
dan sebagianya sangat cocok bersama teman-teman sebagai sarana hiburan
sekaligus berolahraga.
Setelah bosan
berkeliling kami mulai bermain
dari wahana yang paling menguncangkan jiwa dan
menggetarkan jantung memicu adrenalin /alay/ sampai wahana yang paling
sederhana macam perosotan ada air-airnya gitu. Normalnya itu pilih wahana yang
kecil kecil dulu ke baru ke wahana yang paling menantang. Ini karena jaman
sekarang katanya anti mainstream ya its never mind.
Kami memilih
wahana yang katanya paling menantang ketinggiannya kurang lebih 30meter
dibagian atas ada seperti lorong panjang tertutup gelap berkelok-kelok . Wahana
ini bekerja dengan membuat kita
di ban karet berputar-putar mengikuti arah pipa yang berkelok-kelok. dengan
keadaan yang gelap karena tertutup sehingga kita
tidak mengetahui kapan akan keluar dari Aquatube, permainan ini cocok untuk
yang beradrenalin tinggi.
Aku dan ayu berada dalam satu pelampung menaiki dan siap meluncur
Byuuurrr
Pelampung kami
didorong dan kami spontan berteriak dengan kecepatan yang tinggi dan meluncur
dari ketinggian 30 meter kalian bisa bayangkan berasa jantung ini mau copot
seperti jatuh dari ketinggian 3800kaki /abaikan/ kayak naik roller coster
rasanya waktu berada didalam lorong berkelok-kelok itu sempat ada kepikiran
‘ini kapan berhentinya?’ ‘bisa ngga balik lagi’ ‘nyesal deh naik ini.’ Waktu
udah dipertengahan sempat kebayang juga seandainya aku punya tangan yang
elastis memanjang kayak hantu di film peemak. Aku langsung mau manjangin tangan
keatas dan narik balik pelampung keatas kagak jadi meluncur. Hhh seriously
perasaannya waktu di pertengahan itu galau banget mau berhenti gak bisa, mau
cepat selesai juga belum waktunya. Mau tutup mata rasanya aneh, mau buka mata
juga bikin shock. Terima ajalah pokok e. Dalam satu menit itu, ada sekitar beberapa kali aku merasa hampir
menabrak depan didalam lorong. Dan di saat aku benar-benar sudah sangat dekat
dengan itu, pelampung itu berbelok, tepat pada waktunya.
Tapi pas kamu
udah nyampe di bawah perasaannya itu plooong ,bahagia juga karena udah teriak
lepas, dan kaktu kamu teriak diatas dan sampai dibawah dengan selamat itu
rasanya lega banget. Tiba-tiba mucul perasaan mau balik lagi kemasa itu /cieh/.
Setelah itu
kami mencoba untuk menaiki wahana yang lebih
sederhana lagi disini lebih banyak air yang jatuh dari atas jadi kesannya kayak
main hujan. Uuu seketika flashback waktu kecil kalau hari hujan, suka main-main
hujan main-main air dan besoknya sakit terus kalau sakit akunya sedih jadi
nangis ya uuu maklum lah dulu cengeng banget kalau hujannya berhenti aja kadang
bisa sedih sendiri.
Ngomong-ngomong
tentang Wahana Air aku jadi teringat film yang beberapa bulan lalu ku tonton
running man tepatnya episode 212. Begini ceritanya ada beberapa orang yang
selanjutnya dibentuk menjadi beberapa tim harus menyelesaikan misi atau semacam
games . seperti games pada umumnya ada yang menang ada yang kalah. Begitu juga
difilm ini dimana yang kalah akan mendapatkan hukuman. Kalian tau apa
hukumannya
Jeng
Jengg..
Mereka harus pergi ke Taiwan dan harus menaikin wahana
roller coster. Kalian tau Roller Coster di Taiwan adalah Roller Coaster yang
paling menakutkan didunia. Wow!. Screaming Condor-Teror rollercoaster yang
dikenal diseluruh dunia. Disini kamu bisa merasakan gimana jatuh dari
ketinggian 56 meter dengan kecepatan 105 km/jam. Merasakan akan menabrak tiang
dengan kecepatan tinggi dan seketika berbelok dengan kecepatan tinggi. Roller Coaster yang berada di Taiwan ini menyajikan
wahana yang lain dari yang lain, dimana jalur roller coasternya sengaja dibuat
buntu di puncak ketinggian sehingga orang yang menaikinya akan merasa
seolah-olah akan terjun dari ketinggian.
Jalur buntu yang terputus ini akan
sangat menegangkan karena rel buntu tersebut akan berbalik 45 derajat kemudian
menyambung dengan rel vertikal sehingga kita dibuat seolah-olah
meluncur terjun di tembok gedung pencakar langit. aaaaaaaaaaaa
“God will never give you a problem which bigger than your
ability.”
Dari semua
yang sudah aku ceritakan sempat terlintas juga hidup itu seperti naik wahana
air dan roller coaster. Tuhan ibaratkan Roller Coaster dimana kamu dibuat
berkali-kali seperti akan menabrak tiang-tiang itu. Tapi pada kenyataannya kamu
selamat dan roller coaster berbelok tepat pada waktunya, bahkan ketika tidak
percaya kalau itu akan berbelok. Begitu juga dengan hidup ketika kamu
menghadapi masalah-masalah yang berat. Merasa akan hancur oleh masalah-masalah.
Pada kenyataannya, kamu selalu diberikan jalan keluar oleh Nya.
Segenting apapun
keadaanya, roller coaster ini pasti akan berbelok pada waktunya dan yang kita
lakukan hanya menikmati bagaimana roller coaster ini menyelematkan tiang tiang
itu. Bukankah menikmati itu kunci kebahagiaan dalam hidup? Apabila kamu percaya
kepada-Nya, kamu pasti bisa menikmati hidup ini, seperti kamu menikmati Roller
Coaster. Don’t worry, seberat apapun masalah hidup Tuhan akan memberikan jalan
keluar semustahil apapun keadaannya.
Trus cukupkah kita hanya percaya dengan roller
coaster ini?
Jika kita percaya tapi kita sendiri berbuat apapun semaunya. Ibaratkan
kamu naik Roller Coaster tapi kamu ngga menggunakan sabuk pengaman. Atau ibarat
kamu naik wahana air tapi kamu ngga pake pelampung. Mungkin ngga kamu selamat? Ya
enggak kan
Kalau kamu
percaya kepada Tuhan , kamu pasti menuruti perintah Nya. Kamu pasti akan
menggunakan sabuk pengaman yang sudah didesain sedemikian rupa untuk melindungi
mu dari bahaya, dan dalam waktu yang sama, agar kamu bisa menikmati indahnya
hidup ini dengan aman dan tanpa khawatir.
Life is a roller coaster you can either scream every time
you hit a bump or you can throw your hand up in the air and enjoy it.
SEE YOU
CHU
wow amaizing! your story make me dazzling!
BalasHapus